Jakarta akan menjadi pusat perhatian dunia pada tahun 2026 dengan menjadi tuan rumah konferensi ekonomi kreatif atau World Conference on Creative Economy (WCCE). Konferensi ini akan menyoroti pentingnya ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan sebagai tema utama. “Yang pertama dulu di Bali, yang kedua di Dubai, ketiga di Bali lagi, keempat di Uzbekistan, dan kali ini di Jakarta. Insya Allah akan diikuti sekitar 80 negara,”
kata Teuku Riefky Harsya dalam acara peluncuran The Fifth World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta.
Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif, menjelaskan bahwa tema utama konferensi ini, Inclusively Creative, tetap dipertahankan, namun dengan semangat baru bernama Collective Continuity. Hal ini menegaskan pentingnya mempertahankan ekosistem ekonomi kreatif secara berkelanjutan. WCCE menjadi agenda strategis dalam mengarusutamakan ekonomi kreatif di tingkat global dengan melibatkan 80 negara peserta.
Konferensi internasional ini didukung oleh UN Trade and Development (UNCTAD) dan organisasi intelektual properti dunia (WIPO). Gelaran ini bertujuan untuk memasukkan Jakarta Vision for Creative Economy sebagai kebijakan ekonomi kreatif global pada sidang PBB tahun 2027. “Yang pertama dulu di Bali, yang kedua di Dubai, ketiga di Bali lagi, keempat di Uzbekistan, dan kali ini di Jakarta. Insya Allah akan diikuti sekitar 80 negara,”
kata Teuku Riefky Harsya dalam launching The Fifth World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta.







