Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) baru saja merilis dokumen yang dikenal sebagai “Epstein Files”. Dokumen ini memuat lebih dari 2.000 video dan 180.000 gambar yang mengungkap berbagai informasi terkait kasus Jeffrey Epstein. “Upaya pengumpulan data oleh departemen menghasilkan identifikasi lebih dari 6 juta halaman yang berpotensi relevan, termasuk email Departemen dan FBI, ringkasan wawancara, gambar, video, dan berbagai materi lain yang dikumpulkan dan dihasilkan selama berbagai investigasi dan penuntutan yang dicakup oleh undang-undang tersebut,”
Dengan data yang begitu banyak, termasuk email-email Epstein, terungkaplah jalinan hubungan Epstein dengan berbagai tokoh dunia.
Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blance, menjelaskan bahwa lebih dari 3 juta halaman dokumen kini telah dibuka untuk publik. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menerapkan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein. Banyak pihak telah menanti momen ini, terutama karena kasus Epstein sempat memberi dampak politik yang signifikan pada era kepresidenan Donald Trump.
Epstein, yang dikenal sebagai pelaku kejahatan keuangan dan pelecehan seksual, memiliki sejumlah koneksi dengan tokoh ternama. Salah satu contoh adalah hubungan komunikasinya dengan Elon Musk pada tahun 2012. Selain itu, Epstein juga diketahui melakukan kunjungan ke tempat-tempat penting, termasuk pulau pribadinya yang menjadi lokasi beberapa acara kontroversial. Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, juga disebut pernah hadir di sana, meskipun ia menyatakan ketidaksukaannya terhadap Epstein “tidak pernah berada di ruangan yang sama dengan orang menjijikkan itu lagi”
.








