Nawakara Definisikan Ulang Keamanan Modern dengan Ekosistem Terintegrasi Berbasis AI dan IoT

Menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks di era digital, Nawakara, perusahaan solusi keamanan terdepan di Indonesia, hari ini meluncurkan ekosistem keamanan terintegrasi yang didukung oleh Kecerdasan Buatan (AI) dan Internet of Things (IoT). Solusi ini dirancang untuk mengubah pendekatan keamanan dari reaktif menjadi proaktif, memberikan perlindungan menyeluruh terhadap aset fisik dan digital bagi pelaku industri di Indonesia.

Di tengah disrupsi teknologi, metode keamanan konvensional yang mengandalkan patroli fisik dan CCTV pasif tidak lagi memadai untuk menghadapi ancaman modern seperti pencurian terorganisir, sabotase internal, hingga pelanggaran protokol keselamatan. Ekosistem Nawakara hadir untuk menutup celah tersebut dengan menyediakan deteksi ancaman lebih dini, analisis data yang akurat, dan respons yang terkoordinasi secara presisi.

“Era keamanan modern bukan lagi tentang siapa yang paling banyak menempatkan penjaga, tetapi siapa yang mampu mengolah data menjadi keputusan cepat dan tepat,” ujar Teguh Wibowo, Product Solutions Division Head PT Nawakara Perkasa Nusantara. “Kami membangun sebuah ekosistem di mana teknologi AI, perangkat IoT, dan personel terlatih bekerja secara sinergis. Tujuannya satu: memberikan ketenangan pikiran (peace of mind) bagi klien kami, sehingga mereka bisa fokus menjalankan bisnis.”

Teguh menjelaskan lebih lanjut bahwa inti dari ekosistem ini adalah alur kerja yang terintegrasi penuh, dari deteksi hingga respons. “Semua berawal dari Analitik Video Cerdas kami, di mana kamera bukan lagi alat pasif, melainkan mata yang mampu berpikir untuk mendeteksi anomali hingga memastikan kepatuhan K3. Informasi visual ini, bersama data dari sensor lain, mengalir ke Platform IoT Terpusat kami, menghilangkan sekat-sekat sistem yang terpisah,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh data tersebut diawasi tanpa henti oleh tim ahli di Nawakara Command Center (NCC). “Dari NCC inilah, setiap insiden divalidasi dan respons terukur dikoordinasikan langsung ke petugas lapangan melalui aplikasi Protectify. Ini adalah siklus keamanan yang hidup, cerdas, dan terkoordinasi,” ujar Teguh.

Menurutnya, fleksibilitas teknologi inilah yang memungkinkan Nawakara untuk menjawab tantangan spesifik di berbagai sektor. Ia mencontohkan bagaimana di industri manufaktur, kombinasi patroli digital dan pengawasan AI terbukti efektif menekan kerugian internal. Sementara di lokasi terpencil seperti area tambang dan perkebunan, solusi pemantauan jarak jauh yang terhubung ke NCC menjadi kunci perlindungan aset bernilai tinggi. Hal yang sama juga berlaku untuk properti komersial yang menuntut keseimbangan antara keamanan dan kenyamanan.

“Intinya, kami tidak menjual produk lepas, tetapi merancang sebuah solusi keamanan yang hidup dan beradaptasi. Setiap industri punya DNA risiko yang unik, dan tugas kami adalah memetakannya dengan teknologi yang tepat,” tegasnya.

Nawakara percaya bahwa teknologi tercanggih sekalipun tidak akan optimal tanpa sumber daya manusia yang kompeten dan proses yang andal. Oleh karena itu, perusahaan terus berpegang teguh pada filosofi People, Process, Technology. Komitmen ini diwujudkan melalui investasi berkelanjutan dalam pelatihan personel dan standardisasi prosedur operasional untuk memastikan seluruh ekosistem keamanan berjalan sempurna.

Ke depan, Nawakara berkomitmen untuk terus berinovasi, termasuk mengembangkan teknologi analitik perilaku (behavioral analytics) dan machine learning yang lebih canggih. Dengan visi menjadi pemain utama di Asia Tenggara, Nawakara siap membawa standar keamanan Indonesia ke level regional.

  • Related Posts

    KPK Temukan Penghapusan Jejak Komunikasi dalam Kasus Ade Kuswara

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa terdapat jejak komunikasi yang dihapus dalam kasus yang melibatkan Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang (ADK). Temuan ini menambah kompleksitas dari kasus yang sedang…

    Kecelakaan Tragis Bus di Semarang Menelan Korban Jiwa

    Sebuah bus dari PO Cahaya Trans yang mengangkut 34 penumpang mengalami kecelakaan di simpang susun exit tol Krapyak, Kota Semarang pada hari Senin dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Kecelakaan…

    You Missed

    Negara Eropa Mengimbau Warga Tinggalkan Iran Segera

    • January 15, 2026
    • 6 views
    Negara Eropa Mengimbau Warga Tinggalkan Iran Segera

    Presiden Prabowo Memimpin Retreat Kabinet di Hambalang untuk Evaluasi Kinerja

    • January 6, 2026
    • 21 views
    Presiden Prabowo Memimpin Retreat Kabinet di Hambalang untuk Evaluasi Kinerja

    Purbaya Desak Direksi Baru BEI Berantas Manipulasi Saham

    • January 2, 2026
    • 19 views
    Purbaya Desak Direksi Baru BEI Berantas Manipulasi Saham

    Menkeu Yakin Sentimen Positif Dorong IHSG Naik di 2026

    • January 2, 2026
    • 16 views
    Menkeu Yakin Sentimen Positif Dorong IHSG Naik di 2026

    KPK Temukan Penghapusan Jejak Komunikasi dalam Kasus Ade Kuswara

    • December 23, 2025
    • 33 views
    KPK Temukan Penghapusan Jejak Komunikasi dalam Kasus Ade Kuswara

    Kecelakaan Tragis Bus di Semarang Menelan Korban Jiwa

    • December 22, 2025
    • 26 views
    Kecelakaan Tragis Bus di Semarang Menelan Korban Jiwa